TATA TERTIB
SMK PLUS PELITA NUSANTARA BOGOR

Menurut Depdikbud (1989) pengertian tata tertib sekolah adalah aturan atau peraturan yang baik danmerupakan hasil pelaksanaan yang konsisten (tatap azas) dari peraturan yang ada. Menurut Mulyono (2000) tata tertib adalah kumpulan aturan-aturan yang dibuat secara tertulis dan mengikat anggota masyarakat. Aturan-aturan ketertiban dalam keteraturan terhadap tata tertib sekolah, Meliputi kewajiban, keharusan dan larangan-larangan.

Pasal 1
PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH DAN PERANGKATNYA

(1) Setiap siswa baik putra maupun putri harus memakai pakaian seragam sekolah baik warna, corak, atribut serta cara berpakaian sesuai dengan Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014 Tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah yang dianggap masih berlaku sampai sekarang ini.
(2) Topi sekolah dipakai sewaktu pelaksanaan upacara bendera serta kegiatan lainnya yang mengharuskan memakai topi.
(3) Setiap siswa memakai sepatu hitam bertuliskan PENUS, kaos kaki putih, sabuk hitam ukuran sedang, kaos singlet bukan kaos oblong).
(4) Dilarang memakai sandal kecuali sakit dibuktikan dengan surat keterangan dokter yang diserahkan kepada guru piket, wali kelas, guru bimbingan dan atau wakil kepala sekolah urusan kesiswaan/pembina OSIS pada hari tersebut.
(5) Setiap siswa wajib memakai kartu pengenal sekolah (Badge Name) dikenakan di kerah baju sebelah kiri, bagi yang berjilbab lencana diletakan bagian depan (tengah).
(6) Dilarang memakai kacamata warna hitam baik disekolah maupun di luar sekolah pada hari-hari belajar resmi dan atau selama siswa bersangkutan menggunakan pakaian seragam sekolah.
(7) Pakaian olah raga harus sesuai dengan yang di tentukan oleh sekolah dan dipakai pada waktu ber olah raga di sekolah.
(8) Bagi putri yang memakai pakaian khusus seperti jilbab harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen di atas.
(9) Hari senin s.d. rabu siswa berpakaian seragam abu-abu putih, pada hari kamis memakai seragam batik, hari jum’at memakai pakaian Muslim dan hari sabtu memakai seragam Pramuka.
(10) Siswa yang membuat seragam sendiri, baik potongan maupun warna harus sesuai dengan Surat Keputusan (SK) tersebut di atas.

PASAL 2
KEHADIRAN SISWA

(1) Jam 07.00 WIB seluruh siswa harus sampai ke sekolah
(2) Jam 07.15 WIB pintu gerbang sekolah ditutup
(3) Jam 07.00 – 07.25 WIB siswa melaksanakan shalat duha dan kultum di mushola
(4) Jam 07.25 WIB siswa masuk ke kelasnya masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM)
(5) Jam 14.30 WIB kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai
(6) Apabila siswa tidak masuk sekolah karena sakit , atau ada keperluan lain harus mengirimkan surat pemberitahuan yang sah dari orang tua / wali murid pada hari itu juga.
(7) Jumlah hari hadir selama satu semester sekurang-kurangnya 90% hari efektif sekolah, dan apabila tidak terpenuhi maka dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk penentuan kenaikan kelas.
(8) Apabila siswa akan meninggalkan sekolah sebelum jam belajar sekolah berakhir karena sakit atau keperluan lain, harus minta izin kepada guru piket.
(9) Siswa wajib mengikuti semua kegiatan belajar mengajar mulai jam pertama hingga jam terakhir, serta pulang secara bersama-sama setelah tanda bel pelajaran terakhir dibunyikan.
(10) Berada di dalam kelas pada jam-jam kegiatan belajar mengajar dan tetap berada dilingkungan sekolah pada saat jam istirahat.
(11) Siswa wajib mengikuti upacara yang ditentukan oleh sekolah.
(12) Penggunaan HP di dalam kelas hanya untuk alat pembelajaran di bawah bimbingan dan pengawasan guru.
(13) siswa dilarang berkeliaran di luar kelas, di luar halaman/ lingkungan sekolah tanpa ijin/ sepengetahuan guru/ aparat sekolah lainnya, dan siswa/i dilarang keras membawa motor keluar dari ligkungan sekolah.
(14) Setiap siswa/i wajib meninggalkan kelas dan atau sekolah setelah bel pulang dibunyikan, kecuali ada kegiatan lain sudah ditetapkan izin dari sekolah.

PASAL 3
RAMBUT

(1) Bagi siswa putri yang tidak berkerudung (jilbab), rambut harus selalu rapi, diikat atau disesuaikan dengan kondisi rambut serta diusahakan tidak menutupi telinga dan dilarang menggunakan pewarna rambut/ mengecat rambut.
(2) Bagi siswa putra rambut harus selalu rapi dan terurus, dilarang berambut gondrong, panjang rambut tidak menutupi kerah kemeja bagian belakang dan dilarang pula berkepala gundul.

PASAL 4
PERHIASAN

(1) Bagi siswa putri dilarang memakai perhiasan, asli ataupun imitasi, dilarang bersolek/ berdandan secara berlebihan.
(2) Bagi siswa putra dilarang memakai perhiasan, asli ataupun imitasi seperti cincin, kalung, gelang bahar, giwang, dan sejenisnya.
(3) Siswa dilarang membawa dan atau menggunakan benda-benda/ peralatan yang tidak ada hubungannya dengan tugas sekolah atau kegiatan belajar mengajar di sekolah.

PASAL 5
MEROKOK

(1) Setiap siswa SMK Plus Pelita Nusantara dilarang keras merokok

PASAL 6
MINUMAN KERAS / ALKOHOL / JUDI DAN OBAT TERLARANG LAINNYA

(1) Dilarang keras dengan sengaja atau tidak sengaja membeli, menerima, membawa atau mengonsumsi jenis minuman keras apapun baik secara sendiri-sendiri ataupun kelompok.
(2) Dilarang keras merencanakan, menerima kemudian menggunakan jenis minuman keras apapun yang dapat menimbulkan mabuk.
(3) Dilarang keras membawa kartu permainan atau kartu judi untuk digunakan ataupun tidak digunakan, dimanapun siswa tersebut berada baik di lingkungan sekolah ataupun di luar lingkungan sekolah.
(4) Dilarang keras sengaja atau tidak sengaja membawa, membeli, memperdagangkan, menerima atau memberi sejenis narkoba atau obat-obat terlarang.
(5) Dilarang keras dengan disengaja secara sendiri-sendiri ataupun kelompok membawa narkoba ataupun obat-obat terlarang apapun.

PASAL 7
PERKELAHIAN / KERIBUTAN

(1) Setiap siswa dilarang keras menimbulkan suatu permasalahan yang dapat menyebabkan terjadinya suatu keributan atau perkelahian baik secara sendiri-sendiri ataupun kelompok dengan atau antara siapapun juga, baik di dalam sekolah, lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
(2) Setiap siswa mampu mengendalikan dirinya masing-masing untuk tidak menimbulkan keributan atau perkelahian baik secara sendiri-sendiri ataupun kelompok.
(3) Setiap siwa harus mampu menjernihkan suatu permasalahan untuk tidak menimbulkan perkelahian/ keributan secara sendiri-sendiri ataupun kelompok.
(4) Dilarang keras melibatkan orang luar dalam suatu masalah yang dapat memperkeruh suasana di sekolah.
(5) Dilarang keras dengan sengaja, langsung atau tidak langsung menghina, menganiaya, mencemooh, melecehkan, dan lain sebagainya terhadap sesama siswa dan aparatur sekolah (Kepala Sekolah, Guru, Karyawan).

PASAL 8
PERBUATAN ASUSILA

(1) Dilarang keras secara terang-terangan atau dengan sembunyi-sembunyi berpacaran atau berperilaku lain kategorikan sebagai perbuatan atau tindakan asusila terhadap siapapun baik disekolah, di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
(2) Terbukti melakukan perbuatan asusila yang dilarang oleh agama, maka akan di kenakan sanksi di keluarkan dari sekolah.

PASAL 9
PENCURIAN / KEJAHATAN / PEMALAKAN

(1) Terbukti melakukan pengambilan/ pencurian barang milik orang lain baik di sekolah maupun di luar sekolah yang merupakan kategori tindakan kejahatan atau kriminal.
(2) Terbukti melakukan pemalakan, perampasan, pemaksaan yang di kategorikan tindakan kejahatan atau kriminal yang dilakukan terhadap siapapun.
(3) Terbukti melakukan pengambilan/ pencurian barang inventaris sekolah untuk dimiliki secara pribadi atau untuk kepentingan kelompok.

PASAL 10
PEMBINAAN AKHLAK

(1) Setiap siswa senantiasa berakhlak mulia / akhlakulkarimah, berbudi pekerti luhur dalam sikap, ucapan dan perbuatan, hormat terhadap guru, orang tua sesama siswa dan orang lain.
(2) Setiap siswa wajib menaati, mematuhi, taat dan setia terhadap kebijakan, perintah, tugas serta peraturan-peraturan yang telah ditetapkan.
(3) Setiap siswa wajib mengikuti dan melaksanakan acara-acara yang ada hubungannya dengan pembinaan akhlak, mental dan keagamaan sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya.
(4) Setiap siswa dilarang sengaja menyebarkan ide, ajaran atau faham yang bertentangan dengan hukum atau norma-norma yang berlaku di Indonesia.
(5) Setiap siswa harus menjunjung tinggi kepentingan umum atau bersama diatas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

PASAL 11
KEBERSIHAN

(1) Setiap siswa wajib merealisasikan program pemerintah dalam menjalankan hidup bersih dan melaksanakan K-3.
(2) Setiap siswa wajib memelihara kebersihan, keindahan, ketertiban kelas, halaman serta lingkungan sekolah dan membiasakan diri sendiri membuang sampah pada tempatnya.
(3) Setiap siswa atau regu kerja harus melaksanakan tugas kebersihan kelasnya sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.
(4) Dilarang keras mencoret-coret tembok, meja dan bangku, merusak benda-benda yang menjadi inventaris sekolah baik didalam dan diluar kelas.
(5) Setiap siswa wajib menjaga, memelihara dan merasa memiliki terhadap benda-benda atau barang-barang yang menjadi inventaris sekolah dengan baik.

PASAL 12
PRESENSI SISWA

(1) Siswa sudah harus hadir di sekolah 15 menit sebelum bel masuk.
(2) Ketua kelas atau siswa yang ditunjuk harus mencatat kehadiran di kelasnya masing-masing pada buku agenda kelas atau daftar absensi.
(3) Kehadiran siswa/ tatap muka mutlak harus mencapai minimal 90 persen dari hari efektif belajar yaitu +/- 240 hari dalam 1 tahun pelajaran atau +/- 120 hari dalam 1 semester.
(4) Setiap siswa melaksanakan suatu kegiatan yang mengatas namakan sekolah seperti perlombaan-perlombaan, penataran, pelatihan, bimbingan dan lain-lain sebagainya dianggap hadir.
(5) Hari belajar efektif yang dipergunakan untuk kegiatan bersama oleh sekolah, OSIS, ekstrakurikuler dan atau kegiatan lainnya atas persetujuan sekolah maka absensi tetap berlaku seperti biasa dan setiap siswa wajib ikut berpartisipasi dan mengikuti acara / kegiatan tersebut.

PASAL 13
KETIDAKHADIRAN / ABSENSI SISWA

(1) Setiap siswa yang tidak hadir karena sakit harus mengirim surat keterangan bukti sakit atau surat dari dokter, dan orang tua/ wali siswa yang bersangkutan langsung memberitahukan kepada pihak sekolah.
(2) Setiap siswa yang tidak hadir karena sesuatu hal kepentingan, maka orang tua/wali siswa yang bersangkutan harus memberitahukan langsung ke sekolah melalui guru piket, wali kelas, guru bimbingan atau wakil kepala sekolah.
(3) Pulang sebelum waktu belajar berakhir karena sesuatu kepentingan, harus mendapat izin dari petugas piket dan manajemen sekolah.
(4) Apbila siswa tidak hadir selama 2 (dua) hari berturut dalam satu minggu tanpa alasan yang dapat dipertanggung jawabkan, akan diadakan pemanggilan orang tua/wali siswa yang bersangkutan.
(5) Ketidakhadiran lebih dari 10 persen dari hari efektif belajar dalam satu tahun atau satu semester, berarti sudah kehilangan satu kriteria/ persyaratan untuk kenaikan kelas, kelulusan Ujian Nasional/ Ujian Sekolah dan lain sebagainya.

PASAL 14
UPACARA

(1) Setiap siswa wajib mengikuti upacara baik upacara rutin maupun upacara hari-hari besar Nasional yang dilaksanakan di sekolah atau diluar sekolah.
(2) Setiap siswa atau kelas wajib menjadi pelaksana upacara rutin hari senin pagi dan apel siang secara bergantian sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan.
(3) Setiap petugas upacara harus berpakaian seragam lengkap, sesuai denga ketentuan.
(4) Petugas upacara hari-hari besar nasional ditentukan/ ditunjuk/ diatur oleh sekolah atau Pembina Paskibra.

PASAL 15
ETIKA, ESTETIKA DAN SOPAN SANTUN

(1) Menghormati Kepala Sekolah , guru dan karyawan SMK Plus Pelita Nusantara
(2) Bersikap sopan dan santun kepada semua warga sekolah.
(3) Menjunjung tinggi budaya bangsa.
(4) Bagi siswa putri tidak berdandan, tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan.
(5) Rambut rapih dan tidak dicat, siswa putra tidak berambut gondrong.
(6) Bagi siswa putra tidak boleh mengenakan perhiasan (kalung, gelang, cincin, anting dan aksesoris lainya).
(7) Berbicara secara santun, dan tidak mengeluarkan kata-kata kasar serta kotor kepada siapapun.
(8) Saling hormat-menghormati sesama siswa.
(9) Menjaga keamanan dan ketertiban selama di sekolah maupun diluar sekolah.
(10) Melengkapi pesyaratan keamanan diri, identitas kendaraan (STNK, SIM) didalam berkedaraan bermotor.
(11) Bersalaman setiap ketemu guru baik di lingkungan sekolah atau diluar sekolah.

PASAL 16
KEGAIATAN EKSTRA KURIKULER DAN PENGEMBANGAN DIRI

(1) Siswa wajib mengikuti kegiatan ekstrakurikuler/ pengembangangan diri sekurang-kurangnya satu jenis kegiatan ekstra kurikuler/ pengembangan diri bagi kelas X dan kelas XI
(2) Siswa wajib mengikuti kegiatan lain yang ditentukan oleh sekolah diantaranya :
Hari Jum’at setelah KBM dilanjutkan :
1. Putri : Siraman Rohani
2. Putra : Solat Jum’at

BAB II
SANKSI

Pasal 1
PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH DAN PERANGKATNYA

(1) Sanksi 1 apabila siswa melanggar baru satu kali di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA, menghafal 20 Vocabulary bahsa inggris, menghafal ayat al-Qur’an. Yaitu melanggar ayat (1)¸ (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), (9), (10),
(2) Sanksi 2 apa bila siswa sudah melakukan pelanggaran ke dua kali, maka di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA dan di pulangkan dianggap Alpa, Yaitu melanggar ayat (1)¸ (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8), (9), (10)

PASAL 2
KEHADIRAN SISWA

(1) Sanksi ke-1 apabila siswa melanggar baru satu kali di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA, menghafal 20 Vocabulary bahsa inggris, menghafal ayat al-Qur’an. Yaitu melanggar ayat (1)¸ (2), (3), (4), (5), (6), (12),(14)
(2) Sanksi ke-3 apa bila siswa sudah melakukan pelanggaran ke dua kali, maka di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA dan di pulangkan dianggap Alpa, Yaitu melanggar ayat (1)¸ (2), (3), (4), (5), (11)

PASAL 3
RAMBUT

(1) Sanksi ke-1 jika rambut di cat maka siswa dipulangkan dan dianggap pulang, kemudian orang tua dipanggil untuk membuat surat perjanjian di atas materai, hapalan vocabulary 20 kata dan hapalan al-Qur’a, serta dicatat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA.
(2) Sanksi ke-2 jika siswa tidak mengendahkan sanksi ke-1, maka siswa dan orang tua dipanggil oleh wali kelas dan PDS, guna membuat surat permohonan surat.

PASAL 4
PERHIASAN

(1) Dicatat dan dipanggil untuk menyerahkan barang tersebut dan tidak dikembalikan lagi/ barang sitaan
(2) hapalan vocabulary 20 kata dan hapalan al-Qur’a, serta dicatat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA.

PASAL 5
MEROKOK

(1) Sanksi ke-1 siswa dan orang tua di panggil untuk membuat surat perjanjian di atas materai, hapalan vocabulary 20 kata dan hapalan al-Qur’a, serta dicatat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA.
(2) Sanksi ke-2 siswa dan orang tua di panggil oleh wali kelas dan PDS guna membuat surat permohonan pindah sekolah.

PASAL 6
MINUMAN KERAS / ALKOHOL / JUDI/ NARKOBA DAN OBAT TERLARANG LAINYA.

(1) siswa dan orang tua di panggil untuk membuat surat perjanjian di atas materai, kemudian dikeluarkan dari sekolah dengan tidak hormat yaitu pelanggaan ayat (1), (2) daan (3)

PASAL 7
PERKELAHIAN / KERIBUTAN

(1) Sanksi ke-1 siswa dan orang tua di panggil untuk membuat surat perjanjian di atas materai, hapalan vocabulary 20 kata dan hapalan al-Qur’a, serta dicatat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA.
(2) Apa bila siswa tidak mengindahkan sanksi ke-1, maka siswa dan orang tua dipanggil oleh wali kelas atau PDS guna membuat surat permohonan keluar/ pindah sekolah.

PASAL 8
PERBUATAN ASUSILA

(1) Sanksi melanggar ayat (1), (2) dan (3) siswa dan orang tua di panggil untuk membuat surat perjanjian di atas materai, kemudian siswa dan orang tua dipanggil oleh wali kelas atau kesiswaan guna membuat surat permohonan keluar/ pindah sekolah.

PASAL 9
PENCURIAN / KEJAHATAN / PEMALAKAN

(1) Sanksi ke-1 Siswa dan orang tua dipanggil oleh wali kelas dan kesiswaan guna membuat surat perjanjian di atas materai (barang dikembalikan), menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(2) Jika sanksi ke-1 tidak di endahkan maka siswa dan orang tua dipanggil kembali oleh wali kelas dan kesiswaan guna membuat surat perjanjian di atas materai dan mengajukan surat pindah sekolah.

PASAL 10
PEMBINAAN AKHLAK

(1) Sanksi ke-1, jika siswa melanggar ayat (1), (2), dan (3), siswa di panggil oleh wali kelas dan kesiswaan untuk membuat surat perjanjian tanpa materai, menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran
(2) Sanksi ke-2, jika siswa tidak meindahkan sanksi ke-1, maka wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan terhadap siswa dan orang tua untuk membuat surat perjanjian bermaterai.
(3) Sanksi ke-3, jika siswa melakukan berulang-ulang wali kelas dan kesiswaan melakukan panggilan kembali oleh wali kelas dan kesiswaan guna membuat surat perjanjian di atas materai dan mengajukan surat pindah sekolah.
(4) Sanksi untuk ayat (4), maka siswa di pangiil oleh wali kelas dan kesiswaan untuk pembinaan dan teguran dan membuat surat perjanjian di atas materai.

PASAL 11
KEBERSIHAN

(1) Sanksi ke-1, siswa dipanggil oleh wali kelas dan kesiswaan untuk diberikan pengarahan dan membuat surat perjanjian tanpa materai, menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran
(2) Sanksi ke-2, siswa tidak mengindahkan himbauan dan arahan maka wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan terhadap orang tua untuk diberikan surat perjanjian di atas materai.
(3) Sanksi ke-3, jika siswa melanggar ayat (4) dan (5) maka siswa dan orang tua harus mengganti denga yang baru, dan dibuatkan surat perjanjain di atas materai.
(4) Sanksi ke-4, jika siswa tidak mengindahkan terhadap sanksi ke-3, maka wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan kepada orang tua untuk mengajukan surat pindah sekolah.

PASAL 12
PRESENSI SISWA

(1) Sanksi ke-1, pelanggaan terhadap ayat (2) ketua kelas atau pengurus kelas di panggil oleh wali kelas dan kesiswaan untuk di berikan teguran dan arahan serta dibuatkan surat perjanjian tanpamaterai, menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(2) Sanksi ke-2, pelanggaran terhadap ayat (1), (3), (4) dan (5), pemanggial siswa oleh wali kelas dan kesiswaan untuk di buatkan surat perjanjian tenpa materai, menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(3) Sanksi ke-3, jika siswa tidak mengindahkan sanksi ke-2, siswa dan orang tua di panggil olah wali kelas dan kesiswaan untuk di buatkan kan surat perjanjian bermataerai, menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran
(5) Sanksi ke-4, jika siswa tidak mengindahkan sanksi ke-3 maka maka wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan kepada orang tua untuk mengajukan surat pindah sekolah.

PASAL 13
KETIDAKHADIRAN / ABSENSI SISWA

(1) Sanksi ayat (1), (2) dan (4) wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan terhadap siswa, kemudian di buatkan surat perjanjian tanpa materai dan menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(2) Jika siswa tidak mengindahkan sanksi ke (1), wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan terhadap siswa dan orang tua, kemudian di buatkan surat perjanjian bermaterai dan menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(3) Sanksi ayat (3), (5), (6) dan (7) wali kelas dan kesiswaan melakukan panggilan terhadap siswa dan orang tua untuk dibuatkan surat perjanjian bermaterai, wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan terhadap siswa, kemudian di buatkan surat perjanjian tanpa materai dan menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(4) Jika siswa tidak mengindahkan teguran sanksi ke-3 maka wali kelas dan kesiswaan melakukan pemanggilan terhadap siswa dan orang tua, kemudian di buatkan surat perjanjian bermaterai dan mengajukan surat pindah seklah.

PASAL 15
UPACARA

(1) Sanksi terhadap ayat (1), (2) dan (3) wali kelas dan kesiswaan memanggil siswa di tegur dan diberikan surat pejanjian tanpa materai, menghafal vocabulary 20 kata dan hapalan ayat al-Quran.
(2) Apa bila siswa tidak mengindahkan terhadap sanksi (1) dan mengualngi perbuatan yang sama , maka wali kelas dan kesiswaan melakukan panggilan terhadap siswa dan orang tua di buatkan surat perjanjian diatas materai.

PASAL 16
ETIKA, ESTETIKA DAN SOPAN SANTUN

(1) Siswa di tegur dan di panggil oleh kesiswaan kemudian di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA, hapaln 20 Vocabulary bahasa inggris dan hapalan surat.
(2) Siswa di buatkan surat perjanjian bermaterai kemudian di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA, hapaln 20 Vocabulary bahasa inggris dan hapalan surat.

PASAL 16
KEGAIATAN EKSTRA KURIKULER DAN PENGEMBANGAN DIRI

(1) Jika siswa tidak mengikuti salah satu ekstrakurikuler/ Pengembangan Diri, maka siswa di panggil oleh wali kelas dan kesiswaan untuk di tegur dan dibuatkan surat perjanjian bermaterai, kemudian di catat dalam BUKU PELANGGARAN SISWA, hapaln 20 Vocabulary bahasa inggris dan hapalan surat.
(2) Jika tidak siswa tidak menhindahkan sanksi ke- (1) maka wali kelas dan kesiswaan melakukan panggilan terhadap siswa dan orang tua di buatkan surat perjanjian diatas materai, guna membuat surat permohonan keluar dari sekolah.

BAB III
LARANGAN-LARANGAN

(1) Melanggar kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh siswa sebagaimana pada Bab II.
(2) Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa izin (bolos)
(3) Berkeliaran atau berada di luar kelas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar
(4) Berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar maupun istirahat
(5) Membawa sepeda motor yang tidak lengkap ke sekolah.
(6) Memarkir sepeda motor di luar pagar sekolah.
(7) Mengendarai sepeda / sepeda motor pada jam pelajaran di halaman sekolah.
(8) Bertingkah / berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.
(9) Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah.
(10) Membawa senjata tajam atau sejenisnya, yang diperkirakan dapat dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
(11) Berkelahi diantara sesama siswa SMK Pancasila Tasikmalaya, maupun siswa/orang lain di luar SMK Pancasila Tasikmalaya.
(12) Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah.
(13) Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian.
(14) Mengambil barang –barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya
(15) Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan Premanisme.
(16) Melakukan pelecehan / penghinaan kehormatan martabat guru , karyawan maupun sesama peserta didik.
(17) Membawa buku bacaan / kaset Video ataupun HP yang memuat Video pornografi .
(18) Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obat terlarang ( Narkoba ) maupun minuman keras , baik di sekolah maupun di luar sekolah.
(19) siswa dilarang berkeliaran di luar kelas, di luar halaman/ lingkungan sekolah tanpa ijin/ sepengetahuan guru/ aparat sekolah lainnya. Dan siswa/i dilarang keras membawa motor keluar pada jam istirahat sekolah.
(20) Pelecehan Seksual dan perbuatan Tidak senonoh
(21) Menikah dan atau hamil
(22) Di larang membawa perlengkapan/alat apapun ke sekolah yang di katargorikan tidak ada hubungannya dengan pembelajaran di sekolah.
(23) Di larang membuka baju seragam, sehingga identitas SMK Plus Pelita Nusantara tidak telihat sehingga identitas SMK Plus Pelita Nusantara tidak telihat.
(24) Di larang menggunakan switer/ jaket di luar maupun dilingkungan sekolah, sehingga identitas SMK Plus Pelita Nusantara tidak telihat.
(25) Melakukan semua tindakan dalam kategori Tindakan Kriminal.
(26) Bertato
(27) Memalsukan dokumen administrasi sekolah
(28) Menggunakan alat komunikasi elektronik (HP) dalam kegiatan Pembelajaran/Evaluasi tanpa izin.
(29) Dilarang keras nongkrong di pinggir jalan, naik mobil truk serta naik di atas mobil angkutan.